|
PENERBITAN PANDUAN PASAR OBLIGASI ASEAN+3 PERTAMA
Panduan pasar obligasi ASEAN+3 (ASEAN+3 Bond Market Guide) yang bertujuan mendorong pertumbuhan penerbitan obligasi lintas negara, serta investasi dalam pasar obligasi dalam denominasi mata uang lokal pada kawasan ASEAN+3, kini dapat diakses melalui website AsianBondsOnline (www.asianbondsonline.adb.org) dan Asian Development Program (www.adb.org).
Panduan pasar obligasi ASEAN+3 diterbitkan oleh ASEAN+3 Bond Market Forum (ABMF) bekerjasama dengan Asian Development Bank (ADB) selaku Sekretariat ABMF, setelah melalui proses konsultasi dengan para regulator dan pelaku pasar di kawasan ASEAN+3. Panduan ini terdiri atas dua volume, yang memuat informasi mengenai infrastruktur pada pasar obligasi, arus transaksi, yang mencakup informasi terkait matching, settlement cycles, dan numbering, serta kerangka hukum dan praktik pasar obligasi di negara anggota, yaitu Republik Rakyat China (RRC); Filipina; Hong Kong; China; Indonesia; Jepang; Korea Selatan; Laos; Malaysia; Singapura; Thailand; dan Vietnam.
Panduan ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman investor terhadap pasar obligasi di kawasan dan membantu dalam persiapan pelaksanaan Asian-Multi Currency Bond Issuance Program (AMBIP), yang diharapkan dapat diluncurkan pada akhir tahun 2013, termasuk kemungkinan penerbitan perdana obligasi melalui program tersebut.
pada beberapa dekade sebelumnya, perkembangan signifikan telah terjadi pada pasar obligasi domestik, namun transaksi lintas negara dalam kawasan ASEAN+3 masih relatif kecil. Pasar obligasi lintas negara yang lebuh aktif pada kawasan ASEAN+3 akan membantu mendistribusikan sumber dana di kawasan ASEAN+3 menjadi investasi di kawasan tersebut, yang pada akhirnya mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi kawasan yang stabil dan berkelanjutan.
ABMF sendiri terbentuk pada bulan September 2010, terdiri dari para ahli di sektor publik dan swasta, termasuk
Self-Regulatory Organizations (SRO), lembaga depository dan bursa, asosiasi industri di negara-negara ASEAN+3, serta pelaku pasar internasional. Tujuan ABMF adalah untuk membantu perkembangan standarisasi peraturan serta praktik pasar pada pasar obligasi dalam denominasi mata uang lokal. ABMF merupakan bagian dari Asian Bond Markets Initiative (ABMI) yang dibentuk oleh para Menteri Keuangan di kawasan ASEAN+3 pada tahun 2003 untuk mengembangkan pasar obligasi dalam denominasi mata uang lokal.
ASEAN+3 terdiri dari 10 negara Anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) termasuk Indonesia, ditambah dengan RRC, Jepang dan Korea Selatan.
download siaran pers (Indonesia)
download press release (English)
Background on ASEAN+3 Bond Market Forum (ABMF). >>download
PENYERAHAN DOKUMEN LETTER OF AGREEMENT TECHNICAL ASSISTANCE TA 7909-INO FOR IMPLEMENTATION EFFECTIVE CLIMATE CHANGE ADAPTATION POLICY, TA 7871-INO FOR PREPARING THE INTEGRATED CITARUM WATER RESOURCES MANAGEMENT INVESTMENT PROGRAM-PFR 2 DAN TA 7993-INO FOR METROPOLITAN SANITATION MANAGEMENT AND HEALTH PROJECT II
IPada hari Kamis, tanggal 22 Maret 2012, telah dilaksanakan penyerahan secara seremonial yaitu 3 (tiga) Letter of Agreement hibah Asian Development Bank (ADB) yang pendanaannya diperoleh dari Japan Fund for Poverty Reduction (JFPR), yaitu TA 7909-INO for Implementation Effective Climate Change Adaptation Policy, TA 7871-INO for Preparing the Integrated Citarum Water Resources Management Investment Program-PFR 2 dan TA 7993-INO for Metropolitan Sanitation Management and Health Project II yang bertempat di Ruang Rapat Direktur Jenderal Pengelolaan Utang, Gedung AA Maramis II, lantai 3, Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2 Jakarta.read more>>
Indonesia Memperoleh Penghargaan ”Best Sovereign Bond” dan ”Borrower of the Year 2011” dari FinanceAsia
Indonesia memperoleh penghargaan dari majalah FinanceAsia berupa “Best Sovereign Bond - Republic of Indonesia $2.5 billion 10-year bond” dan “Borrower of the Year 2011” berturut-turut pada bulan Desember 2011 dan Januari 2012. Penghargaan tersebut diberikan secara simbolis oleh perwakilan majalah FinanceAsia, Stuart Wadsworth, kepada Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar, pada tanggal 7 Maret 2012. read more>>
"Masa Penawaran Sukuk Negara Ritel seri SR-004, pada tanggal 5 s.d 16 Maret 2012"
Indonesia Raih Status Investment Grade dari Moody's
Pada tanggal 18 Januari 2012, Moody’s meningkatkan sovereign rating Indonesia dari Ba1 menjadi Baa3 dengan outlook stable. Empat elemen penting yang menjadi key drivers peningkatan rating ini adalah: (1) antisipasi Moody’s bahwa posisi keuangan Pemerintah akan sejalan dengan negara-negara dalam rentang peringkat Baa; (2) kemampuan Indonesia dalam menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi perekonomian global yang memburuk; (3) adanya bantalan kebijakan (policy buffer) serta tools untuk mengatasi kerentanan kondisi keuangan; (4) sistem perbankan yang mampu bertahan dalam kondisi buruk.
Moody’s juga menyebutkan bahwa peningkatan rating ini mencerminkan fundamental perekonomian Indonesia yang cukup kuat, yang antara lain tercermin dalam tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan sustainable dalam medium term, peningkatan pengeluaran investasi, reformasi kebijakan dalam mendorong pembangunan infrastruktur, dan sistem keuangan yang dikelola dengan baik.
Di samping itu, secara khusus Moody’s menjelaskan bahwa policy buffer, antara lain cadangan devisa yang cukup besar serta Bond Stabilization Framework, telah diimplementasikan dan dinilai cukup dalam memitigasi dampak ketidakstabilan pasar akibat capital outflows.
Dengan demikian, tiga lembaga pemeringkat credit telah menempatkan Indonesia pada kelompok investment grade, yaitu Moody’s Investor Service, Fitch ratings serta Japan Credit Rating. Sebelumnya, Indonesia kehilangan status investment grade dari Moody’s pada bulan Desember 1997.
read more>>
|
|
Berita Pengadaan Barang dan Jasa
 |
Pengadaaan Sistem IT Asset Liability Management |
|
 |
Rencana Lelang SBSN atau Sukuk Negara Pada Tanggal 22 Mei 2012 |
 |
Hasil Lelang Surat Utang Negara SPN03120815 (new issuance), SPN12130502 (reopening>), FR0061 (reopening), FR0059 (reopening), dan FR0058 (reopening) pada hari Senin, 14 Mei 2012 |
 |
Rencana Lelang Surat Utang Negara SPN03120815 (new issuance), SPN12130502 (reopening), FR0061 (reopening), FR0059 (reopening), dan FR0058 (reopening) pada tanggal 14 Mei 2012 |
 |
Hasil Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tambahan Tanggal 9 Mei 2012 |
 |
Hasil Lelang SBSN Tanggal 8 Mei 2012 dan Rencana Lelang SBSN Tambahan Tanggal 9 Mei 2012 |
 |
Rencana Lelang SBSN atau Sukuk Negara Pada Tanggal 8 Mei 2012 |
 |
Hasil Lelang Surat Utang Negara SPN12130502 (new issuance), FR0060 (reopening), FR0061 (reopening), dan FR0058 (reopening) pada tanggal 2 Mei 2012 |
 |
Penerbitan SBSN Seri SDHI 2016 A dan SDHI 2020 A Melalui Penempatan Dana Haji pada SBSN |
 |
Rencana Lelang Surat Utang Negara SPN12130502 (new issuance), FR0060 (reopening), FR0061 (reopening), dan FR0058 (reopening) pada hari Rabu tanggal 2 Mei 2012 |
 |
Hasil Lelang SBSN atau Sukuk Negara Tanggal 24 April 2012 |
|
Nilai Nilai Kementerian Keuangan
|