3 Jenis Terapi untuk Anak Terlambat Bicara

Kondisi dimana anak mengalami keterlambatan bicara tentu membuat orang tua khawatir. Tentu saja, sebab berbicara adalah salah satu dari pertumbuhan anak yang akan berpengaruh terhadap pertumbuhannya di masa depan. Ketika anak mengalami kondisi ini, orang tua harus segera berkonsultasi dengan dokter anak untuk kemudian memberikan terapi yang tepat. 

Apa Saja Terapi untuk Anak Berkebutuhan Khusus?

Terlambat bicara bukanlah suatu hal yang bisa langsung diidentikkan dengan gejala autisme. Butuh lebih banyak pemeriksaan dan observasi agar kemudian bisa disebut dengan autisme. Namun secara umum, jika berkaitan dengan anak-anak berkebutuhan khusus seperti autisme hingga speech delay, ada 3 jenis terapi yang bisa digunakan untuk mengatasinya. Terapi tersebut antara lain sebagai berikut:

Terapi Perilaku 

Terapi perilaku ini adalah terapi yang dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki perilaku seseorang yang dianggap tidak wajar atau mengganggu agar berubah menjadi perilaku yang lebih baik. Terapinya dilakukan dengan metode ABA. Melalui terapi ini, apabila ada aspek perkembangan pada anak yang belum berkembang dengan baik ataupun sedang mengalami hambatan bisa segera diatasi. 

Materi yang diberikan dalam terapi ini mencakup seluruh aspek, mulai dari motorik kasar dan halus, melatih kesabaran dan konsentrasi, bahasa reseptif dan ekspresif dan lain sebagainya. Dengan begitu hasil yang diharapkan untuk memperbaiki perilaku anak bisa diubah menjadi lebih baik. 

Lihat juga: Brainking, Vitamin untuk Nutrisi otak Anak

Terapi Wicara 

terapi bicara pada anak

Berikutnya ada terapi wicara, yaitu terapi yang dilakukan dengan tujuan untuk mengoptimalkan atau meningkatkan kemampuan berbicara pada anak. Anak dengan hambatan atau gangguan bicara paling baik jika diberikan massage dan oral motor. 

Tidak hanya itu, dengan terapi juga dilakukan dengan memberikan stimulus seperti mengenalkan dan mengajarkan banyak kosa kata, bisa juga disertai dengan gambar objeknya secara nyata atau menggunakan flash card. Ketika anak sudah mau mengeluarkan suara atau kata, orang tua bisa juga memberikan reward atas usaha yang dilakukan.

Terapi Okupasi 

Jenis terapi terakhir adalah terapi okupasi. Umumnya, anak-anak berkebutuhan khusus memiliki kemampuan motorik halus yang masih cenderung lemah. Itulah kenapa anak-anak ini mengalami kesulitan dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. 

terapi okupasi anak berkebutuhan khusus
terapi okupasi anak berkebutuhan khusus

Nah, terapi okupasi ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan kesibukan pada anak melalui aktivitas-aktivitas yang melibatkan motorik halus. Dengan begitu keterampilan dan kekuatan ototnya bisa berkembang lebih baik lagi. Peran terapi ini terutama adalah untuk melatih otot dan ketrampilan tangan. 

Sebelum dilakukan terapi, tahap awal adalah melakukan asesmen untuk melihat sejauh mana kemampuan anak dan sejauh mana kebutuhan terapinya. Hasil akhirnya nantinya diharapkan anak bisa lebih terampil dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. 

Itu tadi adalah beberapa jenis terapi yang bisa diberikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus, mulai dari terapi untuk memperbaiki perilaku, terapi berbicara hingga terapi untuk melatih ketrampilan tangan. Dengan terapi-terapi tersebut, anak-anak berkebutuhan khusus jadi bisa meningkatkan perkembangan pada mereka.

Join the discussion

DMO