Mengenal Apa Itu Virus Monkeypox dan Fakta Seputar Pandemi Ini

M

Monkeypox adalah salah satu penyakit yang sempat menghebohkan dunia. Tepatnya pada tahun 2017, kemunculan monkeypox di Nigeria membuat negara tersebut menetapkannya sebagai kejadian luar biasa Beberapa tahun terakhir, kasus monkeypox juga ditemukan di Inggris, Israel, dan Singapura. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan penyakit monkeypox?

Monkeypox atau biasa disebut sebagai cacar monyet merupakan penyakit yang diakibatkan oleh virus dari genus orthopoxvirus. Virus tersebut ditularkan melalui binatang dan dapat menginfeksi manusia. Penyakit cacar ini pertama kali ditemukan di Denmark pada tahun 1958. Cacar tersebut terdeteksi pada sekelompok kera sehingga dinamakan cacar monyet atau monkeypox.

ilustrasi virus monkeypox
ilustrasi virus monkeypox

Fakta Seputar Monkeypox

Ditularkan oleh hewan

Monkeypox adalah penyakit menular. Meskipun demikian, risiko penularan virus dari manusia ke manusia sangat kecil. Virus penyebab cacar monyet ditularkan oleh hewan seperti tikus atau monyet melalui cairan tubuh atau kontak langsung. Virus juga dapat memasuki tubuh manusia apabila Anda mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi. 

Berdasarkan laporan, virus penyebab cacar monyet telah di temukan pada beberapa jenis hewan seperti tikus Gambia, monyet, dan tupai. Sedangkan inang yang paling utama dari virus ini adalah tikus.

Dapat menyebabkan kematian

Monkeypox merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya. Kasus kematian akibat penyakit ini tergolong rendah, yaitu kurang dari 10% dari total kasus yang dilaporkan. Sebagian besar kematian terjadi pada anak-anak. Kelompok usia yang lebih muda juga lebih rentan terhadap penyakit ini.

Kasus pada manusia pertama tahun 1970

Kasus cacar monyet pertama dilaporkan pada tahun 1970 di Kongo. Kemudian pada tahun 2003, kasus yang sama terjadi di Amerika Serikat setelah penderita melakukan kontak dengan binatang yang tertular oleh tikus dari Afrika.

Belum pernah terjadi di Indonesia

Kabar baiknya, hingga saat ini kasus monkeypox belum pernah ditemukan di Indonesia. Namun, beberapa pihak sempat khawatir ketika kasus tersebut muncul di Singapura pada bulan Mei 2019.

Belum ada vaksin khusus monkeypox

Hingga saat ini belum tersedia vaksinasi untuk virus monkeypox. Begitu juga pasien yang terinfeksi cacar monyet tidak mendapatkan pengobatan khusus. Pengobatan biasanya dilakukan untuk mengurangi gejala yang muncul. Penderita juga akan diisolasi agar tidak terjadi penularan dari manusia ke manusia.

Gejala Monkeypox

Seseorang yang terinfeksi virus cacar monyet akan mengalami beberapa gejala. Jarak waktu antara infeksi dengan munculnya gejala biasanya berkisar antara 6 hingga 16 hari. Pada beberapa kasus, waktu yang dibutuhkan adalah 5 hingga 21 hari. Setelah melewati masa inkubasi, berikut ini gejala dan tanda yang muncul:

Fase awal

Pada fase awal, penderita akan merasakan beberapa gejala seperti demam, nyeri punggung, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, dan nyeri otot. Pada fase ini, umumnya penderita belum menyadari bahwa dirinya terinfeksi virus cacar monyet.

Fase erupsi

Setelah melewati fase awal, penderita akan memasuki fase erupsi yang ditandai dengan munculnya ruam pada kulit yang dimulai dari wajah. Ruam tersebut akan menyebar ke bagian tubuh lainnya secara bertahap. Ruam kemudian berkembang menjadi lepuh yang berisi cairan atau nanah. Lepuh tersebut akan mengeras, kemudian rontok dengan sendirinya.

Monkeypox merupakan penyakit yang ditularkan oleh hewan. Kasus kematian akibat penyakit ini tidak terlalu tinggi, namun cacar monyet dapat menimbulkan lesi pada kulit. Monkeypox belum pernah ditemukan di Indonesia, tetapi ada baiknya Anda selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah tertular berbagai jenis virus termasuk virus penyebab cacar monyet.

About the author

DMO Staff

Add Comment

By DMO Staff

Digital Marketing Online

Kumpulan informasi bermutu untuk para internet marketer. Pengguna setia WordPress dan pecinta Gutenberg.