Kulit lembu adalah komponen utama dalam cara membuat wayang kulit. Untuk mendapatkan hasil maksimal dan sesuai kriteria, pengrajin wayang kulit akan selalu memperhatikan kualitas dan mutu dari bahan dasar yang digunakan. Biasanya mereka akan menggunakan jenis kulit lembu betina yang dianggap lebih lebar dan lembut ketimbang kulit lembu jantan. 

Wayang yang menggunakan kulit lembu juga dinilai lebih awet jika dirawat dengan baik dan benar. Selain itu, menurut kepercayaan zaman dulu  wayang memang harus dibuat dari bahan dasar kulit ketimbang dari kayu atau sejenisnya. Alasannya, karena dalam tubuh wayang kulit telah disinggahi penjaga yang dapat melindungi dan menjaga anak-anak  dari penyakit saat bermain wayang kulit. 

Kulit lembu ini bisa dibeli di tempat jagal atau pasar hewan dengan harga yang bervariasi tergantung dengan jenis kelamin lembu itu sendiri. Setelah mendapatkan jenis kulit terbaik, pengrajin langsung bisa melakukan proses selanjutnya yaitu membuat wayang kulit. Seperti apa caranya? Yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Cara Membuat Wayang Kulit

Permainan Wayagn Kulit / indonesiakaya.com

Wayang kulit tentu saja membutuhkan cara pengerjaan yang teliti dan tidak sembarangan agar bisa menghasilkan wayang kulit berkualitas. Anda bisa mencoba membuat wayang kulit sendiri jika memiliki bahan yang dibutuhkan dan juga kesabaran yang cukup. Untuk cara pembuatan wayang kulit yaitu:

Membersihkan kulit

Pilih kulit-kulit yang berkualitas terlebih dahulu kemudian memisahkan kelebihan daging dan lemak yang menempel pada kulit yang akan digunakan. Gunakan bidang bersegi empat yang dibuat dari batang buluh atau kayu untuk memudahkan pemilihan kulit.

Saat proses pengikisan bisa dibantu dengan menggunakan pisau raut atau pisau wali namun harus lebih berhati-hati agar kulit tidak terkoyak serta memastikan kulit benar-benar bersih dari daging dan lemak. 

Menjemur kulit

Setelah kulit dibersihkan dengan baik, kulit dijemur selama dua atau tiga hari hingga kering. Lamanya proses pengeringan tergantung dengan keadaan cuaca. Sebaiknya kulit dijemur di tempat yang jauh dari rumah agar dapat menghindari bau busuk dan tidak mengganggu sekitar area rumah. Apabila kulit sudah cukup kering, kulit dapat dikikis dengan menggunakan pisau raut. 

Basuh kulit

Apabila kulit sudah dikikis lagi dan bersih dari bulu, kulit kemudian dibasuh dan dijemur kembali untuk kedua kalinya. Kali ini kulit dijemur hingga benar-benar kering agar bisa mulai membuat patung wayang kulit. 

Buat sketsa

Sebelum mulai membuat wayang, buatlah sketsa terlebih dahulu di atas kertas putih. Buatlah karakter wayang kulit yang menarik sesuai dengan karakter wayang kulit melayu kuno namun harus berdasarkan kreativitas dan keterampilan agar tokoh wayang yang dihasilkan halus dan menarik. 

Atur pola dan motif

Pola dan motif wayang diatur sesuai dengan karakter yang ingin dibuat misalnya wayang Perancis memiliki panjang sekitar 71 cm dan lebar kurang dari 30 cm. Setelah jadi, sketsa selanjutnya dipotong kemudian ditempelkan ke kulit yang sudah disiapkan sebelumnya dengan menggunakan lem. Namun lem yang digunakan haruslah yang larut dalam air atau terbuat dari pati. 

Pahat kulit

Kulit yang telah ditempelkan dengan kertas kemudian dipahat mengikuti pola yang telah dibuat. Setelah selesai memahat, lepaskan kertas secara perlahan dari kulit atau bisa juga dengan dicuci. Beberapa pembuat wayang juga menggunakan air dan berus tembaga halus dengan cara digosok untuk membersihkan kertas yang masih menempel pada kulit. 

Keringkan kulit yang sudah bersih

Kulit yang sudah bersih dari kertas kemudian dibiarkan hingga mengering. Setelah itu kulit akan diperkuat dengan menggunakan bambu. Bambu akan didirikan dan diikat tegak di bagian tengah patung wayang namun harus menggunakan bambu yang berbentuk bulat pipih.

Bambu ini dianggap sebagai tulang dari patung wayang agar dapat berdiri kokoh. Tulang bambu ini nantinya akan dibagi menjadi dua mulai dari ujung hingga sekitar 30,5 cm dari pangkal kemudian wayang kulit dijepit di antara celah yang sudah dibuat kemudian pada jarak sekitar 5 cm akan diikat dengan benang agar kuat. 

Bambu menjadi pilihan yang tepat sebagai tulang wayang kulit namun ada juga yang menggunakan kayu atau tanduk kerbau. Hanya saja tanduk kerbau dan kayu sulit didapatkan sehingga bambu menjadi alternatif pembuatan. Bambu juga lebih ringan dan juga tahan lama sehingga menjadi pilihan yang tepat sebagai tulang wayang kulit.