Ini Ciri Khas yang Membedakan Sate Padang dengan Sate Lainnya

I

Apakah Anda setuju bahwa kuliner Minangkabau jarang yang mengecewakan? Selain olahan nasi padang, masih ada lagi yang bisa jadi bukti yaitu sate padang. Walaupun sama-sama sate seperti halnya sate madura, sate klathak, maupun sate banjar, tetapi ada ciri khas yang membedakan.

Ciri khas tersebut dapat terlihat dari campuran bumbu, jenis daging, dan cara penyajian. Contohnya adalah sate madura yang terkenal akan perpaduan bumbu kecap manis dan kacang. Lalu, bagaimana dengan kekhasan sate padang?

Ciri Khas yang Membuat Sate Padang Berbeda

Seperti halnya nasi padang, Anda pun bisa menemukan penjual sate padang di berbagai kota di Indonesia. Bahkan kelezatan sate padang dikenal sampai negara tetangga. Dibanding sate lain, wujud sate padang sekilas terlihat sama.

Namun, ketika sudah menyentuh lidah, pasti Anda akan merasakan adanya perbedaan. Berikut ciri khas dari sate padang yang dilihat dari 4 kategori:

Sate Padang Kaya Rempah
Sate Padang Kaya Rempah

1. Bumbu dan Kuah

Karakteristik sajian Minangkabau dimiliki oleh sate padang yakni citarasa rempah yang kuat. Sate padang kaya akan berbagai jenis bumbu dapur bukan hanya kecap dan kacang. Jenis bumbu yang digunakan antara lain bawang merah, bawang putih, kunyit, sereh, jinten, kapulaga, ketumbar, jahe, lengkuas, lada, asam kandis, daun kunyit, dan daun jeruk.

Tepung beras juga dipakai dalam campuran bumbu, sehingga menghasilkan kuah sate yang kental. Bumbu lain adalah cabai, namun banyak tidaknya tergantung dari jenis sate padang.

Apabila Anda memakan sate padang yang berkuah merah, maka itu adalah jenis sate padang khas Pariaman. Sebab, cabai yang dicampurkan cukup banyak, sehingga rasanya pun lebih pedas.

Namun, apabila Anda menikmati sate padang khas Padang Panjang, warna kuahnya cenderung kekuningan. Alasannya, cabai yang dipakai tidak terlalu banyak dan lebih didominasi bumbu lain.

2. Jenis Daging

Sate padang merupakan sate yang menggunakan daging sapi. Namun bukan hanya bagian daging, melainkan dicampur dengan bagian jeroan, seperti usus, hati, dan tetelan yang telah dikelupas dari tulang. Pada umumnya, daging tersebut dipotong berbentuk kotak-kotak kecil.

Semua bagian daging sapi yang ditusuk, memiliki tekstur yang empuk dan rasa yang lezat. Sebab, sebelumnya sudah direbus lama, sehingga bumbu pun meresap sempurna.

3. Aroma

Kalau soal aroma, sate padang tercium begitu khas dan menggoda. Dua bahan yang jadi sumber utamanya adalah campuran rempah, seperti kunyit dan sereh.

Kunyit mengeluarkan aroma kuat yang berbaur dengan aroma sereh yang harum dan segar. Apalagi bahan tersebut dimasak sampai matang dan mengental, sehingga kaya akan aroma.   Selain itu, taburan bawang goreng di atas kuah sate juga menambah bau harum.

4. Makanan Pelengkap

Saat menyantap sate padang, Anda akan disuguhkan dengan makanan pelengkap. Salah satu yang selalu dihidangkan bersama adalah lontong. Jadi, kalau Anda tidak menginginkan campuran lontong, maka harus bilang dulu ke penjualnya.

Sate Padang Disajikan Dengan Lontong
Sate Padang Disajikan Dengan Lontong / IndonesiaKaya

Selain itu, penjual juga biasa menyajikan kerupuk balado pedas dan kerupuk kulit atau jangek. Kedua jenis kerupuk itu tidak umum dijumpai di penjual sate lain. Rasa kerupuk yang lezat dan teksturnya yang garing akan cocok dimakan dengan sate maupun kuahnya saja.

Sebenarnya saat melihat penyajian sate padang, Anda akan langsung mengetahui kekhasannya. Sebab, sate padang cukup mencerminkan sajian asli Minangkabau yang terlihat dari kuah kentalnya. Aroma segar dan harum dari campuran rempah adalah hal lain yang mencirikan sate padang.

Semua kekhasan tersebut menjadikan citarasa sate padang berbeda dari jenis sate lain. Tidak mengherankan kalau banyak yang mengincar. Apalagi lontong dan kerupuk bisa dinikmati bersamaan dan sukses membuat kenyang.

About the author

DMO Staff

Add Comment

Digital Marketing Online

Kumpulan informasi bermutu untuk para internet marketer. Pengguna setia WordPress dan pecinta Gutenberg.