Pada tahun 2020, Juknis BOS bertujuan untuk membantu mendanai biaya operasional dan non-personalia sekolah (SD SMP SMA SMK) dalam rangka untuk meningkatkan kualitas dan mutu pembelajaran dan mencapai SNP tertentu.

Biaya pendidikan dikurangi dengan bantuan (pengurangan biaya sekolah) untuk meringankan beban biaya pendidikan untuk peserta didik siswa SD SMP SMA SMK dari keluarga yang tidak mampu serta membantu sekolah (SD SMP SMA SMK) untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran; dan mendukung rencana program strategis pemerintah untuk mengatasi stunting anak oada usia dini.

Mengapa disebut BOS Reguler Tahun 2020? Pasalnya, pemerintah saat ini tidak hanya mengalokasikan dana bantuan operasional sekolah reguler ke semua sekolah, tetapi juga mengalokasikan dana bantuan operasional sekolah untuk mendorong sekolah yang berprestasi lebih baik, yaitu dengan memberikan BOS Kinerja dan memberikan insentif kepada sekolah-sekolah di daerah terpencil yaitu dengan memberikan BOS Afirmasi

Menurut Petunjuk Teknis – Juknis BOS Reguler Tahun 2020 (Juknis BOS SD SMP SMA SMK Tahun 2020, alokasi dana BOS untuk setiap satuan pendidikan di tingkat SD, SMP dan SMA mengalami peningkatan. Namun, tingkatan SMK, SDLB, SMPLB, SMALB dan SLB tetap tidak berubah (tidak ada peningkatan).

Untuk tingkat SD, harga satuan BOS setiap peserta didik meningkat dari Rp 800.000 menjadi Rp 900.000 per tahun. Untuk tingkat SMP, harga satuan BOS setiap peserta didik meningkat dari Rp 1.000.000 menjadi Rp 1.100.000 per tahun. Untuk tingkat SMA, harga satuan BOS setiap peserta didik meningkat dari Rp 1.400.000 menjadi Rp 1.500.000 per tahun.

Juknis BOS Reguler yang berlaku di 2021

Selain itu, mekanisme alokasi dana BOS SD SMP SMA SMK 2020 juga mengalami perubahan. Berdasarkan Petunjuk Teknis, mekanisme penyaluran dana BOS Reguler tahun 2020 adalah sebagai berikut: 1) Mengalokasikan dana langsung ke rekening sekolah, 2) Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam penetapan 5K sekolah penerima, 3) Cut-off data hanya 1 kali (31 Agustus tahun lalu, 4) Tahap alokasi dibagi menjadi 3 tahap.

Revisi Permendikbud No 8
Revisi Permendikbud No 8 tahun 2020

Pada perubahan Petunjuk Teknis BOS SD SMP SMA SMK Tahun 2020, selain perubahan mekanisme alokasi dana BOS dan peningkatan dana BOS, juga menyangkut penggunaan dana. Dalam Juknis BOS 2020, gaji guru dan pendidik di sekolah negeri dan guru di sekolah tetap yayasan naik hingga maksimal 50%.

Persyaratan penggajian guru honor dan guru di sekolah tetap yayasan yang menggunakan dana BOS adalah tercatat di dapodik per 31 Desember 2019, ada NUPTK, dan tidak ada atau belum menerima tunjangan profesi untuk guru.Dalam Juknis BOS SD SMP SMA SMK Tahun 2020 (Juknis BOS Reguler Tahun 2020), khusus untuk bagian pembiayaan pengelolaan sekolah, dana BOS reguler tahun 2020 akan digunakan untuk mendanai pengelolaan atau administrasi kegiatan sekolah.

Untuk komponen pembelian buku teks dan non teks, dalam peraturan baru, penggunaan dana BOS reguler di tahun 2020 tidak lagi tunduk pada batasan persentase, tetapi tidak dibatasi (dalam arti disesuaikan sesuai kebutuhan). Untuk melihat lebih lengkap Permendikbud mengenai Dana Bos Reguler Terbaru di tahun 2021, Anda dapat mengunduh dokumen versi lengkap di bawah ini dalam format PDF: