Kriteria Autisme Berdasarkan Kode ICD-10

K

ICD-10 merupakan singkatan dari International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problem yang adalah revisi ke-10 berupa panduan dan tersusun dalam bentuk buku. Ada beragam kode berbagai penyakit disertai dengan kriteria yang telah dikategorikan. Panduan ini pun telah digolongkan oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization).

Salah satu penyakit yang termasuk dalam ICD-10 adalah autisme. Autisme merupakan suatu penyakit mental yang termasuk ke dalam bagian kode F dalam panduan ICD-10. Pada pengkodean ini dijelaskan bahwa ada beberapa kriteria terkait autisme itu sendiri yang dapat dideteksi. 

Kenali Kriteria Autisme Berdasarkan ICD-10 

Anak-anak yang mengalami autis, perkembangannya tidak normal seperti anak pada umumnya. Hal tersebut bisa dilihat pada saat anak masih berusia kurang dari 3 tahun. 

Perhatikanlah bagaimana anak tersebut berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Biaanya anak-anak yang autisme ini ekspresif, ada hubungan timbal balik, maupun bermain secara fungsional ataupun simbolis. 

Berdasarkan perkembangan yang dialami anak yang terindikasi autisme, berikut ini adalah gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan. 

Lihat juga: Brainking, Vitamin Rekomendasi untuk Otak Anak

Kualitas Interaksi Sosial 

Anak-anak yang mengidap autisme biasanya cenderung mengalami penurunan kualitas dalam interaksi sosialnya. Penurunan tersebut dapat dilihat baik dari caranya menatap, ekspresi wajah, gerak tubuh dalam berinteraksi dengan orang lain. 

Selain itu, emosi anak autisme emosinya terkadang lemah sehingga ia tergolong cuek dan agak sulit berhubungan dengan teman-teman sebayanya. Lemahnya emosi sosialnya juga tampak dari keasikannya sendiri. Anak autisme cenderung kurang membagikan rasa ketertarikannya terhadap sesuatu yang diminatinya. 

Kualitas Kelainan Berkomunikasi 

Autisme dapat mempengaruhi bahasa si anak yang akan tampak jelas terlihat berbeda. Perbedaan tersebut terlihat saat ia berbicara dimana menggunakan bahasa yang berulang-ulang dan sulit untuk memulai atau bertahan maupun merespon orang lain dalam sebuah percakapan. 

Dalam berucap, anak autisme juga akan mengalami keterlambatan dalam berbicara. Saat diajak berbicara, terkadang anak-anak seperti ini akan mengalihkan pandangannya dan kurang memperhatikan gerakan mulut si lawan bicara. 

Pola perilaku, minat, dan kegiatan 

Anak autisme mengalami kesulitan dalam berfokus terhadap suatu hal. Ia dapat tertarik dalam satu atau lebih pola minat yang stereotip. 

Tingkah laku berdasarkan sistem motoriknya pun berpengaruh sehingga gerakan-gerakan tubuh yang diekspresikannya berbeda. Seperti contohnya berputar-putar ditempat atau sambil menggerak-gerakkan tangan atau jarinya. 

Dalam bermain, anak yang berpotensi mengalami autisme akan lebih merasakan getaran atau suara berisik pada objek-objek tertentu. Di samping itu, ia juga tidak akan bisa melakukan suatu rutinitas yang normal dan fungsional tanpa bimbingan atau arahan disampingnya. 

Mengenali kriteria autisme menjadi hal yang patut diketahui dan diwaspadai guna dapat menjadi ilmu untuk menghadapi anak-anak yang mengalami gangguan tersebut. Perbedaan tersebut akan sangat terasa jika Anda benar-benar memperhatikan dengan jeli. 

Jika anak Anda mengalami beberapa dari gejala tersebut, tak perlu panik dan sedih. Mereka masih tetap bisa dilatih dan diajak berkomunikasi asalkan orangtua dan lingkungannya dapat bekerja sama untuk tumbuh kembangnya si anak. 

About the author

Editorial
By Editorial

Editorial

Digital Marketing Online

Kumpulan informasi bermutu untuk para internet marketer. Pengguna setia WordPress dan pecinta Gutenberg.