Mengenal Apa Itu CAFTA, Perjanjian Dagang Indonesia-China

M

Apa yang Anda ketahui mengenai CAFTA? Jika Anda melihat banyak produk dari China di Indonesia, maka hal tersebut adalah salah satu hal yang terjadi karena CAFTA. CAFTA merupakan perjanjian yang dibuat oleh China dengan negara ASEAN di mana China dan ASEAN bisa melakukan perdagangan bebas bea masuk.

Kehadiran CAFTA tentu memiliki dampak positif dan negatif, terutama bagi Indonesia. Banyak masyarakat yang merasakan hal positif tersebut. Namun, tidak sedikit produsen atau pelaku sektor ekonomi lain di Indonesia yang merasakan dampak negatifnya.

Dampak Positif CAFTA Untuk Indonesia

Artikel ini disponsori oleh Jasa Import China

CAFTA bisa menambah volume perdagangan

Hal ini bisa dilihat dengan adanya persaingan antar produsen yang ketat. Setiap produsen serta importir bisa meningkatkan volume kegiatan perdagangannya dan tetap mempertahankan kualitas dari sumber yang diproduksi.

CAFTA memberikan pengaruh positif dalam proyeksi laba BUMN secara agregat

Hadirnya CAFTA akan membuat BUMN bisa mendapatkan barang modal dengan harga yang murah serta menjual produk hasil dengan harga yang rendah juga.

Saat ini, sekitar 91% penerimaan pemerintah dari laba BUMN diperoleh dari BUMN yang bekerja dalam bidang pertambangan, telekomunikasi, serta jasa keuangan dan perbankan. BUMN yang bergerak dalam bidang tersebut membutuhkan impor barang untuk produksi dan bisa menjual kembali hasil dari produksi menuju ke pasar China.

Peluang besar menarik investasi

Hasil yang diperoleh dari investasi tersebut bisa digunakan kembali untuk kegiatan ekspor barang-barang ke negara yang bukan bagian dari CAFTA.

Dampak Negatif CAFTA Untuk Indonesia

Ilustrasi dampak CAFTA bagi Indonesia
Ilustrasi dampak CAFTA bagi Indonesia

Banyak sektor ekonomi yang melemah

Banyaknya produk dari luar negeri, terutama China yang masuk ke Indonesia akan membuat kehancuran dari berbagai sektor ekonomi di Indonesia. Bahkan sebelum tahun 2009, Indonesia sudah mengalami proses modernisasi ekonomi. Hal tersebut membuat pasar nasional dimasuki banyak produk asing yang memiliki harga dan kualitas bersaing. 

Sehingga, pengusaha yang ada di dalam negeri harus mengalami pindah usaha menjadi importir atau pedagang dibandingkan menjadi produsen. Contohnya, harga tekstil dari China bisa memiliki harga yang lebih murah 15% sampai 25% dibandingkan produk dalam negeri. Padahal dengan selisih 5%, industri asli negeri bisa kewalahan.

Peranan produksi dalam bidang IKM dan sektor industri

Pasar nasional bisa hilang dan tergantikan dengan impor. Dampak tersebut membuat lapangan pekerjaan menjadi menurun. Di Indonesia, setiap tahunnya angkatan kerja baru bisa mencapai 2 juta orang bahkan lebih. 

Perekonomian dalam negeri semakin lemah

Perekonomian yang terjadi akan semakin bergantung dengan asing. Apabila banyak sektor ekonomi yang bergantung dengan kegiatan impor, maka apa yang bisa diandalkan dari ekonomi Indonesia.

Sebagai bagian dari Indonesia, masyarakat harus bisa bijak agar CAFTA tidak memberikan dampak negatif yang terlalu besar. Hal sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan membeli produk lokal dibandingkan dengan produk asing. Tentu saja hal tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan.

About the author

Editorial

Add Comment

Editorial

Digital Marketing Online

Kumpulan informasi bermutu untuk para internet marketer. Pengguna setia WordPress dan pecinta Gutenberg.