Mengenal Ustadz Fatih Karim dan Kiprahnya dalam Dunia Dakwah

M

Siapakah Ustaz Fatih Karim? Ustaz Fatih Karim meruakan salah satu ustadz yang naik daun akhir-akhir ini. Cara dakwahnya yang sederhana, tegas, lugas, dan dapat mudah dipahami oleh khalayak muda menjadikannya sosok yang cepat dikenal. Selain itu, dakwahnya khas dengan penyampaiannya yang santun dan dihiasi senyum.

Ustaz yang pernah menimba ilmu di Universitas Padjajaran, Bandung dan Institut Pertanian Bogor ini bukan dari keluarga ulama maupung penghapal Al-Qur’an. Akan tetapi, beliau belajar dan menimba ilmu agama secara tidak formal dengan mengikuti kajian-kajian di masjid. Berawal dari kulian di Bandung, ia mulai mengikuti kajian kampus yang saat itu bernama DKM Unpad. Berawal dari kajian-kajian tersebut, beliau mulai mengerti dan paham bahwa dakwah itu wajib, dakwah itu kebutuhan, maka dari sana Ustaz Fatih Karim bertekad untuk berdakwah (ummiabi.id).

Ada 2 alasan yang membuat Ustaz Fatih Karim berdakwah. Pertama,beliau menyadari bhwa hidup di dunia ini singkat. Setiap manusia akan kembali kepada Sang Pencipta. Maka sebelum pulang itu, seseorang haruslah mempunyai bekal amal yang besar. Selanjutnya, alasan kedua adalah hadis dari Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa barangsiapa yang menjadi perantara kebaikan, maka pahala dari orang yang melakukan kebaikan itu akan mengalir kepada kita dengan tidak mengurangi pahalanya sedikit pun. 

ustadz fatim karim bersama keluarga / facebook.com

Bagi Ustaz Fatih Karim dakwah sejatinya adalah mengembalikan fitrah manusia kepada Allah, atau kepada Islam. Menurutnya, kodrat manusia itu sering lupa bahwa segala sesuatu itu datangnya dari Allah, baik rejeki, jodoh, ajal ataupun yang lainnya (doa).

Ustaz Fatih Karim pernah mengatakan bahwa kita kalau tidak beramal soleh, nanti rugi. Karena ketika kita sudah kembali, kita tidak bisa kembali lagi ke alam dunia untuk menyesali apa-apa yang pernah dan belum pernah kita lakukan.

Jadi pesan saya buat remaja muda/mudi mumpung masih muda, Rasulullah mengatakan manfaatkan lah lima masa sebelum lima lainnya datang:

Masa muda sebelum tua, mumpung masih muda. Masa luang sebelum sempit. Masa kaya sebelum miskin. Masa sehat sebelum sakit, dan terakhir, masa hidup sebelum mati. 

About the author

Editorial

Add Comment

Editorial

Digital Marketing Online

Kumpulan informasi bermutu untuk para internet marketer. Pengguna setia WordPress dan pecinta Gutenberg.