5 Obat Apotek untuk Sakit Tenggorokan [Analgesik-Antipiretik]

5

Teman-teman pasti pernah mengalami sakit tenggorokan. Rasanya tentu sakit bukan main, seolah tenggorokan terbakar. Ada sejumlah cara untuk mengobati sakit tenggorokan. Bisa menggunakan cara alami/herbat atau menggunakan cara kimiawi. Gejala umum yang paling sering terjadi saat sakit tenggorokan adalah kesulitan menelan. Selain itu, biasanya disertai dengan gejala lain seperti demam dan batuk.

Perlu teman-teman ketahui, radang tenggorokan biasanya akan reda sendiri dalam kurun waktu 5-7 hari. Namun, untuk mempercepat pemilihan kamu bisa menggunakan golongan obat analgetik-antipiretik. Apa itu obat analgetik-antipiretik? Obat analgetik berfungsi untuk meredakan nyeri atau rasa sakit yang muncul bersamaan dengan demam. Obat antipiretik sendiri merupakan obat penurun demam.

Sebelum mengonsumsi obat-obatan analgetik-antipiretik, kamu harus memperhatikan poin-poin berikut ini:

  • Beri tahu dokter jika kamu pernah atau sedang menderita sakit maag, , tukak lambung, asma, penyakit liver, dehidrasi, hipertensi, gagal jantung, gangguan ginjal
  • Jangan menggunakan obat ini apabila kamu memiliki alergi terhadap obat yang ada di golongan ini (termasuk salisilat, paracetamol, atau nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs))
  • Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum memberikan obat golongan analgetik dan antipiretik pada anak-anak atau lansia.
  • Beri tahu dokter bahwa kamu sedang mengonsumsi obat analgetik dan antipiretik saat akan menjalani tindakan operasi atau perawatan gigi.
  • Beri tahu dokter jika kamu sedang menjalani pengobatan dengan obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
  • Beri tahu dokter jika kamu sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan
  • Segera ke dokter jika kamu mengalami reaksi alergi obat atau overdosis setelah menggunakan obat analgetik dan

Beberapa obat analgetik-antipiretik untuk mengatasi sakit tenggorokan di sini harus dengan resep dokter. Jadi, mohon tetap jangan meminumnya sembarangaan.

1. Paracetamol

Paracetamol atau asetaminofen paling sering dibeli oleh orang-orang saat ke apotek. Paracetamol merupakan obat ebas analgetik non narkotik dengan cara kerja menghambat sintesis prostaglandin terutama di Sistem Syaraf Pusat (SSP) . Parasetamol digunakan secara luas di berbagai negara baik dalam bentuk sediaan tunggal sebagai analgetik-antipiretik maupun kombinasi dengan obat lain dalam sediaan obat flu, melalui resep dokter atau yang dijual bebas.

Obat Tablet Paracetamol
Obat Tablet Paracetamol

Parasetamol mempunyai efek samping yang ringan dan aman untuk anak-anak. Untuk anak-anak di bawah umur dua tahun sebaiknya digunakan Parasetamol, kecuali ada pertimbangan khusus lainnya dari dokter.

Lihat pula: Jadwal Imunisasi Terbaru 2021

2. Aspirin

Botol Obat Aspirin
Botol Obat Aspirin

Aspirin merupakan golongan Obat Anti Inflamasi Non-Steroid (OAINS), yang memiliki efek analgetik, antipiretik dan antiinflamasi yang bekerja secara perifer.

Aspirin sering digunakan pada terapi simtomatis penyakit rematik (osteoatritis, atritis gout) dalam menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri. Obat ini juga sering digunakan untuk pengobatan sakit kepala, menekan rasa sakit pada radang akibat luka dan radang yang timbul setelah operasi, nyeri ginekologi dan nyeri neurologik. Pada terapi ringan, OAINS digunakan untuk menekan rasa sakit waktu menstruasi dan demam. Dalam pemilihan terapi, OAINS di golongkan menjadi obat dengan potensi ringan, sedang dan berat, dimana pemilihan obat berdasarkan potensinya harus disesuaikan dengan tingkat nyeri yang ditimbulkan.

3. Ibuprofen

Obat Ibuprofen Untuk Kurangi Rasa Sakit
Obat Ibuprofen Untuk Kurangi Rasa Sakit

Ibuprofen merupakan derivat asam fenil propionat yang banyak digunakan sebagai obat anti inflamasi non steroid, analgetik, dan antipiretik. Ibuprofen merupakan inhibitor non selektif cyclooxigenase (COX) yang dapat menghambat enzim COX 1 dan COX 2. Enzim COX 2 diduga bertanggung jawab untuk efek antiinflamasi NSAIDs, sedangkan enzim COX 1 bertanggung jawab untuk toksisitas gastrointestinal.

Ibuprofen sering digunakan dengan frekuensi penggunaan berulangkali dalam sehari dan bila penggunaan dosis berlebihan dalam waktu yang panjang dapat menyebabkan efek samping yang dimiliki oleh ibuprofen yaitu gangguan saluran cerna meningkat.

4. Asam mefenamat

Asam mefenamat adalah salah satu obat dari golongan Obat Anti Inflamasi Non-Steroid (OAINS) yang merupakan turunan dari asam Nphenylanthranilic. Asam mefenamat bekerja dengan cara menghambat enzim siklooksigenase sehingga konversi asam arakidonat menjadi prostaglandin terganggu.

Asam mefenamat digunakan sebagai analgesik dan sebagai anti inflamasi, asam mefenamat kurang efektif dibandingkan aspirin. Asam mefenamat terikat sangat kuat pada protein plasma. Dengan demikian interaksi terhadap obat antikoagulan harus diperhatikan

5. Vitamin C

Vitamin C atau dikenal sebagai asam askorbat cukup ampuh dalam mengurangi radang tenggorokan. Vitamin C baik secara natural maupun obat Vitamin C yang biasa diperoleh di apotek maupun supermarket. Vitamin C memiliki beberapa khasiat yakni mengembalikan imunitas tubuh dan ketahanan fisik dalam melawan virus ataupun radang tenggorokan yang kamu alami, termasuk virus corona yang sedang marak saat ini. Namun, kamu harus berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu.  

Vitamin C sendiri memiliki beberapa efek samping, efek samping yang mungkin ditimbulkan seperti perut kembung, nyeri ulu hati, diare, muntah dan sakit perut. Jika ini terjadi, hentikan konsumsi vitamin tersebut dan segera periksakan ke dokter.

Radang tenggorokan memang tidak berbahaya, namun kondisi ini kadang membuat penderitanya kesulitan beraktivitas. Obat-obat di atas (obat analgetik-antipiretik) paling sering digunakan sebagai obat untuk radang tenggorokan, namun lebih baik periksakan ke dokter terlebih dahulu.

Untuk mencegah radang tenggorokan, kamu bisa melakukan langkah-langkah pencegahan seperti yang tertulis di bawah berikut ini:

  • Hindari kontak dekat dengan orang yang terinfeksi sakit tenggorokan.
  • Cuci tangan secara rutin.
  • Hindari kontak langsung dengan tisu, sapu tangan, atau handuk yang digunakan oleh orang yang terinfeksi.

Apabila radang tenggorokan tidak membaik dalam kurun waktu seminggu, periksakan kembali ke dokter karena bisa jadi itu akibat baktei sehingga membutuhkan antibiotik. Walaupun jarang terjadi, sakit tenggorokan bisa saja diakibatkan oleh penyakit serius misalkan difteri.

About the author

DMO Staff

Add Comment

By DMO Staff

Digital Marketing Online

Kumpulan informasi bermutu untuk para internet marketer. Pengguna setia WordPress dan pecinta Gutenberg.