Cara Membuat Laporan Praktikum Golongan Darah

C

Tujuan dari laporan praktikum golongan darah adalah untuk mengetahui golongan darah dari seseorang. Darah adalah unit fungsional yang terdapat di dalam tubuh yang mempunyai tugas dalam membantu proses fisiologi. Darah merupakan cairan jaringan yang dialirkan melalui pembuluh darah. Dimana darah terdiri dari sel-sel merah yakni sel darah putih juga sel darah merah, plasma darah, dan keping darah atau trombosit.

Pada manusia terdapat beberapa sistem golongan darah sebagai contoh sistem ABO dan rhesus (RH). Dasar penggolongan darah adalah dengan adanya aglutinogen (antigen) yang terdapat di dalam sel darah merah dan aglutinin (antibodi) yang terdapat di dalam plasma darah atau serum. Aglutinogen adalah suatu zat yang digumpalkan, sedangkan aglutinin adalah zat yang menggumpalkan.

Seringkali seseorang mengalami kekurangan darah akibat dari suatu kecelakaan atau suatu penyakit yang mengharuskan orang tersebut harus membutuhkan darah dengan cara transfusi darah. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya proses donor darah. Dalam mendonorkan darah harus mengetahui jenis golongan darah, apakah sesuai dengan golongan darah dari si penerima.

ilustrasi laporan praktikum golongan darah
Ilustrasi laporan praktikum golongan darah

Isi Laporan Praktikum Golongan Darah

Sel-sel darah dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yakni eritrosit, leukosit serta trombosit yang mempunyai peran dalam pembekuan darah. Membran eritrosit mengandung dua antigen diantaranya tipe A dan tipe B. Antigen ini disebut aglutinogen. Sementara antibodi yang ada di dalam plasma nantinya bereaksi spesifik dengan antigen tipe A atau tipe B yang dapat menyebabkan aglutinasi atau penggumpalan eritrosit.

Golongan darah adalah pengelompokkan darah dari suatu individu yang didasarkan ada atau tidaknya zat antigen warisan pada permukaan membran sel darah merah. Hal tersebut disebabkan adanya perbedaan jenis zat karbohidrat serta protein pada permukaan membran sel darah merah tersebut.

Dua jenis golongan darah yang paling penting ialah penggolongan ABO serta Rhesus (faktor Rh). Terdapat sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan RH, akan tetapi jarang ditemui. Proses transfusi darah yang berasal dari golongan yang tidak kompatibel dapat menimbulkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat adanya anemia hemilisis, syok, kematian serta gagal ginjal.

Untuk diketahui, golongan darah ditentukan dengan berdasarkan jenis antigen serta antibodi yang terdapat dalam darah. Golongan darah tersebut antara lain:

Golongan Darah A

Jenis golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A pada permukaan membran selnya yang menghasilkan antibodi terhadap antigen B pada serum darahnya. Bagi orang yang mempunyai golongan darah A-negatif hanya bisa menerima darah dari orang yang memiliki golongan darah A-negatif atau O-negatif.

Golongan Darah B

Memiliki antigen B pada permukaan sel darah merah serta menghasilkan antibodi terhadap antigen pada serum darahnya. B-negatif itu sendiri hanya bisa terima darah dari orang dengan golongan darah B-negatif atau O negatif.

Golongan Darah AB

Jenis golongan darah ini memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B yang tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A atau pun B. Oleh karena itu, golongan darah AB-positif dapat menerima transfusi darah dari orang yang memiliki golongan darah ABO apapun yang disebut resipien universal. Namun, AB-positif yang satu ini tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.

Golongan Darah O

Dengan sel darah merah antigen yang memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Bagi orang yang memiliki golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang yang memiliki golongan darah ABO apapun dengan disebut donor universal. Akan tetapi, golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif.

Dengan adanya penggolongan darah manusia memiliki manfaat yang sangat besar diantaranya untuk transfusi darah serta membantu penyelidikan tindak kriminal. Adanya penggolongan darah sangat penting dilakukan sebelum adanya proses transfusi darah. Hal ini dikarenakan pencampuran darah yang tidak sesuai akan menyebabkan aglutinasi serta destruksi sel darah merah.

About the author

Editorial

Add Comment

Editorial

Digital Marketing Online

Kumpulan informasi bermutu untuk para internet marketer. Pengguna setia WordPress dan pecinta Gutenberg.