Peran Penting Laksamana Maeda untuk Kemerdekaan Indonesia

P

Pada tanggal 3 Maret 1898 di Kagoshima, Jepang, Maeda Tadashi lahir dan besar menjadi perwira tinggi Laksamana Muda angkatan laut Jepang. Laksamana Maeda memiliki peran yang sangat penting dalam proses mewujudkan kemerdekaan pada tahun 1945. Meskipun ia bangsa asing, namun ia membantu Indonesia untuk merdeka. Berikut ini beberapa peran penting Laksamana Maeda untuk Indonesia.

Menjaga dan Menjamin Keamanan Soekarno dan Hatta

Saat jepang mengalami kekalahan yang disebabkan bom di Hiroshima dan Nagasaki, Raja Hirohito mengaku menyerah kepada sekutu. Pada saat yang bersamaan Soekarno, M. Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat datang ke Vietnam menemui panglima Jepang, Teraguchi. Pada pertemuannya Teraguchi berjanji memberikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus 1945.

Berita ini tersebar di Indonesia, para golongan muda menginginkan Indonesia merdeka secepatnya, sedangakan golongan tua menunggu janji Jepang agar tidak ada lagi pertumpahan darah. Setelah adanya berita mengenai kekalahan jepang di Radio Asia Raya pada tanggal 15 Agustus 1945, golongan muda mendesak Soekarno Hatta untuk mengumkan kemerdekaan Indonesia secepatnya.

Pada tanggal 16 Agustus 1945, golongan muda menculik Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok untuk menjauhkan Soekarno dan Hatta dari golongan tua dan mengancam jika tidak dilaksankan secepatnya maka akan ada pertumpahan darah esok hari. Akhirnya muncullah kesepakatan jika pengumuman kemerdekaan Indonesia dilaksanakan lebih cepat dari janji Jepang.

Mengetahui hal ini dari Subardjo, Laksamada maeda menyuruh perwira Jepang untuk mencari Soekarno dan Hatta. Setelah mengetahui dwitunggal berada di Rengasdengklok. Ahmad Subardjo langsung berangkat ke Rengasdengklok bersama perwira Jepang atas komando Laksamana Maeda. Perwira tersebut bertugas mengawal Soekarn dan Hatta sampai ke Jakarta dengan selamat.

Mengizinkan Rumahnya menjadi Tempat Perumusan Proklamasi.

Jasa laksamana maeda untuk proklamasi kemerdekaan Indonesia
Jasa laksamana maeda untuk proklamasi kemerdekaan Indonesia

Setelah Soekarno dan Hatta sampai di Jakarta, para pemimpin negara ini bingung mengenai di mana mereka bisa merumuskan naskah proklamasi dengan aman? Awalnya mereka berjanji bertemu dengan Sayuti Malik di sebuah hotel, namun saat mereka datang hotel sudah tutup. Mereka lalu menghubungi Laksamana Maeda untuk menggunakan rumahnya di jalan Imam Bonjol No. 1.

Rumah Laksamana Maeda dijadikan tempat perumusan naskah proklamasi karena rumah Laksamana Maeda adalah ekstra teritorial yang harus dihormati oleh para Rikugun atau tentara angkatan darat kekaisaran Jepang. Dengan tangan terbuka Laksamana Maeda mempersilakan rumahnya dijadikan tempat perumusan naskah proklamasi pada tanggal 16 Agustus 1945.

Referensi lebih lanjut: Sejarah Rumah Laksamana Maeda

Mengorbankan Diri demi Kemerdekaan Indonesia

Setelah Jepang kalah dari sekutu, Laksamana Maeda di tahan dengan alasan telah membantu Indonesia untuk merdeka dan tidak diperbolehkan pulang ke negara asalnya. Namun Laksamana Maeda bisa berkelit dengan alasan tidak mungkin ia bisa menggerakkan nurani 80 juta rakyat Indonesia untuk merdeka. Setelah itu ia kembali ke Jepang dan melepaskan semua jabatannya.

Kehidupannya di Jepang juga tidak berlangsung dengan baik, karena telah dianggap mencoreng nama baik negara Jepang, Laksamana Maeda dan keluarganya masuk dalam daftar hitam negara Jepang sehingga tidak dapat menggunakan semua fasilitas negara. Meskipun begitu ia tidak menyesal karena ia menganggap kemerdekaan Indonesia lebih penting dari pada nasib hidupnya.

About the author

Editorial

Add Comment

By Editorial

Editorial

Digital Marketing Online

Kumpulan informasi bermutu untuk para internet marketer. Pengguna setia WordPress dan pecinta Gutenberg.