Memahami Physical Evidence dalam Marketing Mix

M

Buat Anda yang sedang mempelajari bauran pemasaran pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah bukti fisik (physical evidence). Salah satu elemen dari marketing mix 7P ini merupakan representasi bentuk marketing yang dapat dirasakan oleh panca indra manusia.

Menurut rujukan utama pakar dalam urusan bauran pemasaran Booms and Bitner, physical evidence dapat didefinisikan sebagai sebuah lingkungan yang memungkinkan tersampaikannya produk dan jasa. Termasuk semua elemen konkrit yang dapat memfasilitasi performa serta pelayanan perusahaan.

Pembagian Bukti Fisik

Dari definisi di atas, ada beberapa jenis bukti fisik yang dapat dibagi dalam 3 kategori. Diantara kategori tersebut adalah:

Ambience (Suasana)

Wajah serta perasaan yang muncul saat kita memasuki sebuah restoran adalah contoh bagaimana suasana bisa mempengaruhi rasa customer. Hal ini tidak lepas dari sarana yang digunakan seperti kursi yang tersedia, meja makan serta tone warna restoran yang dipilih.

Layout (Tata Letak)

Bukan hanya di toko ritel tata letak ikut menentukan faktor physical evidence dalam dunia marketing. Dalam perusahaan berbasis aplikasi misalnya, tata letak menu yang terdapat dalam aplikasi tersebut adalah bagian dari bukti fisik. Dalam prakteknya, elemen layout ini lebih dititikberatkan pada kemudahan fungsi yang dapat diakses oleh pelanggan ketimbang faktor perasaan.

Branding (Citra)

Untuk bisnis berbasis produk, citra perusahaan ikut ditentukan oleh penampilan produk seperti kemasan, build quality dan semacamnya. Dari sana, pelanggan dapat menilai value perusahaan yang merupakan target utama elemen branding.

Untuk lebih memahaminya, berikut salah satu infografis mengenai posisi physical evidence dengan elemen marketing mix lainnya.

bukti fisik pada bauran pemasaran
Marketing Mix 7P sumber Karinov.co.id

Baca juga: Cara Mudah Aplikasi Marketing Mix 4P

Satu hal yang perlu diingat, dengan maraknya model bisnis sharing economy seperti Gojek, Airbnb, Bukalapak dan semacamnya, bukti fisik tidak selalu diidentikkan dengan benda konkrit. Aplikasi yang terdapat dalam Play Store misalnya, juga dapat dikatakan sebagai bukti fisik karena dari sana kita bisa merasakan layanan lewat visualiasasi layar smartphone/pc. Oleh karenanya, desain dan tampilan aplikasi juga dapat menjadi sarana branding yang harus mencerminkan karakter perusahaan.

Dengan semakin luasnya definisi dari physical evidence ini, maka diperlukan analisis yang lebih mendalam sesuai dengan target market yang diinginkan perusahaan. Ketidakcocokan karakter fisik dengan selera pasar akan mengakibatkan usaha marketing tidak berjalan dengan optimal.

About the author

Editorial

Add Comment

Editorial

Digital Marketing Online

Kumpulan informasi bermutu untuk para internet marketer. Pengguna setia WordPress dan pecinta Gutenberg.