Rumah Gadang: Dari Fungsi Hingga 5 Arsitektur Ciri Khasnya

R

Salah satu rumah adat yang berkarakter unik di Indonesia adalah Rumah Gadang. Rumah adat ini berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Meski menjadi rumah adat, namun ternyata tidak semua wilayah di Sumatera Barat boleh mendirikan rumah ini, loh. Mau tahu kenapa? Yuk, simak dengan detail seluk beluk tentang Rumah Gadang di sini.

icon rumah
icon rumah gadang

Filosofi

Pertama, mari ulas tentang filosofi Rumah Gadang. Siapa sangka, Rumah Gadang ternyata memiliki filosofi yang berkaitan dengan alam. Artinya, Rumah Gadang dibangun dengan tujuan dapat memberi manfaat bagi manusia, sama seperti alam yang selalu memberikan manfaat bagi kehidupan seluruh makhluk hidup.

Filosofi yang sudah turun menurun diyakini tersebut sering dikenal dengan istilah “alam takambang jadi guru”. Masyarakat Minangkabau meyakini bahwa, semua hal yang dijalani dalam kehidupan ini harus meniru atau mengambil pelajaran dari alam. Termasuk salah satunya saat akan mendirikan tempat tinggal atau rumah.

Sejarah

Apa yang terlintas di pikiran Anda saat mengingat Rumah Gadang? Pasti salah satunya adalah bentuk atap yang mirip tanduk. Ya, atap dari Rumah Gadang memang berbentuk runcing mirip dengan tanduk sapi atau kerbau. Konon, bentuk ini merupakan simbol sebuah kemenangan saat adu kerbau.

Kerbau yang di adu adalah kerbau dari Raja Minangkabau yang melawan kerbau Raja dari Jawa. Maka, masyarakat Minangkabau menganggap bahwa bentuk atap yang runcing adalah simbol kejayaan pada masa itu.

Keunikan

Rumah Gadang telah menjadi salah satu rumah adat warisan budaya yang telah dijaga dan dilestarikan. Selain memiliki filosofi dan histori yang bijak, Rumah Gadang juga memiliki keunikan tersendiri pada setiap bagian bangunannya. Inilah keunikan dari Rumah Gadang:

Bentuk Segi Empat Asimetris

rumah gadang asimetris
Rumah Gadang Asimetris

Jika diperhatikan ternyata Rumah Gadang tidak berbentuk simetris, loh. Bentuk bangunannya terlihat miring ke arah luar. Hal ini menyebabkan Rumah Gadang tidak berbentuk tegak lurus layaknya rumah pada umumnya.

Ternyata, bentuk ini disebabkan oleh kondisi tanah yang bertingkat, dengan kata lain sebagian wilayah berbentuk dataran tinggi, dan sebagian lainnya dataran rendah. Meski bentuk arsitekturnya tidak tegak lurus dan asimetris, namun bangunan ini memiliki kekuatan yang cukup tinggi.

Atap Runcing

Atap Rumah Gadang berbentuk melengkung dengan bagian samping yang runcing ke atas. Ada beberapa versi sejarah yang menceritakan asal mula atap runcing ini. Selain simbol kemenangan saat adu kerbau, konon atap ini berasal dari kapal “Lancang”. Kapal tersebut berlabuh di muara sungai Kampar, kemudian diangkat ke daratan.

Setelah sampai daratan, kapal tersebut diberikan atap dari layar yang telah diikat pada tiang sedemikian rupa. Karena menahan beban, maka layarnya pun melengkung dan ikatan pada bagian tiang terlihat meruncing. Kapal tersebut akhirnya beralih fungsi sebagai tempat tinggal.

Tiang Kayu Sebagai Tumpuan

Rumah Gadang mampu berdiri kokoh dengan tiang berupa kayu. Namun uniknya, tiang kayu tersebut berdiri atau bertumpu pada batu dengan permukaan datar. Batu tersebut juga memiliki bentuk yang sangat lebar. Tiang kayu yang digunakan pun cukup tinggi, yaitu sekitar 2 meter. Hal ini bertujuan agar dapat melindungi penghuninya dari serangan hewan liar pada masa itu.

Ukiran dan Ornamen yang Indah

ornamen di dalam rumah gadang
Ornamen di dalam rumah gadang via Indonesia Kaya

Selain dari segi arsitektur, Rumah Gadang juga memiliki hiasan berupa ukiran dan ornamen yang sangat artistik. Seluruh bagian dinding Rumah Gadang biasanya diukir dengan beragam motif, misalnya seperti motif tanaman berupa bunga, akar, daun, dan sebagainya. Selain itu, ada juga motif yang berbentuk lingkaran, persegi, atau pola-pola lainnya. Indah sekali bukan?

Tahan Gempa

Percayakah Anda, ternyata Rumah Gadang mampu bertahan dari ancaman gempa? Ya, hal ini karena Rumah Gadang tidak memiliki tiang yang menancap di tanah. Selain itu, tiang kayu yang tinggi, serta sambungan kayu yang tidak menggunakan paku (memakai pasak) juga menjadi alasan mengapa Rumah Gadang tahan terhadap gempa.

Fungsi

Bicara fungsi, Rumah Gadang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. Lebih dari itu, bangunan ini juga sering difungsikan sebagai tempat musyawarah dan tempat perayaan upacara. Selain itu, saat ini Rumah Gadang juga dijadikan sebagai simbol warisan budaya Minangkabau. Bahkan, masyarakat telah menjadikan bangunan ini sebagai tempat yang “suci”.

Rumah Gadang Baanjuang

Rumah_Gadang_Baanjuang_Agam
Rumah Gadang Baanjuang Agam

Tahukah Anda? Diantara banyak Rumah Gadang yang berdiri, ternyata ada salah satunya yang dijadikan sebagai objek wisata. Namanya adalah Rumah Gadang Baanjuang atau dikenal juga dengan Rumah Baanjuang Nur Sutan Iskandar. Pasalnya, bangunan ini merupakan milik dari Nur Sutan Iskandar yang merupakan seorang sastrawan di Angkatan Pujangga Baru dan Balai Pustaka.

Rumah Gadang Baanjuang berdiri kokoh di wilayah Sumatera Barat tepatnya di daerah Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Rumah ini telah diresmikan sebagai salah satu cagar budaya dan warisan tradisi Indonesia. Meskipun demikian, daya tarik dari rumah ini masih kurang kuat dibandingkan dengan wisata lainnya. Pengunjung yang datang banyak dari kalangan pelajar, karena banyak tersedia buku bacaan.

Fungsi Atapnya

Bentuk runcing pada atap Rumah Gadang ternyata memiliki fungsi khusus. Fungsinya yaitu untuk mempercepat jatuhnya air hujan menuju permukaan tanah. Sehingga air tidak akan tertahan atau tertampung di bagian atap. Hal ini ternyata dapat membuat usia bangunan menjadi lebih tahan lama, karena minim tekanan dari atas.

Bagian Ruang Rumah Gadang

Hal terakhir yang perlu Anda ketahui berkaitan dengan Rumah Gadang adalah tentang bagian ruang yang ada di dalamnya. Penjelasannya sebagai berikut:

Kamar

Salah satu ruang yang cukup penting yaitu kamar. Uniknya, jumlah kamar di dalam Rumah Gadang harus sesuai dengan jumlah perempuan yang ada di dalam anggota keluarga penghuni. Jika perempuan tersebut telah menikah, maka akan mendapat kamar sendiri. Sedangkan untuk perempuan tua dan anak-anak memperoleh kamar yang letaknya dekat dengan dapur.

Ruang Lepas

Selain kamar, Rumah Gadang hanya berisi ruang lepas atau lanjar yang dibatasi oleh tiang. Tiang tersebut disusun secara berbanjar, mulai dari depan ke belakang atau dari sisi kiri ke sisi kanan. Jumlah lanjar dan ruang lepas disesuaikan dengan ukuran rumah, namun biasanya jumlahnya berupa angka ganjil seperti tiga, lima, dan seterusnya.

Ruang Anjung

Pada sisi sayap kanan dan kiri terdapat ruang anjung. Ruang ini dijadikan sebagai tempat penobatan seseorang menjadi kepala adat. Pada momen lain, ruang anjung juga menjadi tempat bersandingnya pasangan pengantin baru.

Surau

Selain beberapa ruang yang ada di dalam bangunan, biasanya Rumah Gadang juga memiliki surau di halaman depannya. Surau berfungsi sebagai tempat untuk beribadah, bisa juga sebagai tempat belajar. Selain itu, surau juga bisa dijadikan sebagai kamar untuk laki-laki usia dewasa namun belum menikah.

Rumah Gadang merupakan aset berharga yang harus dijaga. Situs warisan budaya ini akan menjadi simbol sejarah yang memukau untuk generasi penerus. Dengan mempelajari banyak hal tentang Rumah Gadang, artinya kita semua juga ikut mengambil pelajaran baik dari orang-orang terdahulu.

About the author

Editorial

Add Comment

Editorial

Digital Marketing Online

Kumpulan informasi bermutu untuk para internet marketer. Pengguna setia WordPress dan pecinta Gutenberg.