Pemasaran Online

Strategi Pemasaran Produk & Jasa di Era Digital

Saat Anda memiliki brand atau produk, maka sudah pasti memperlukan strategi yang tepat dalam melakukan penjualan. Salah satu strategi...

Written by Editorial Staff · 3 min read >
pemasaran produk jasa

Saat Anda memiliki brand atau produk, maka sudah pasti memperlukan strategi yang tepat dalam melakukan penjualan. Salah satu strategi yang wajib dilakukan adalah strategi pemasaran. Strategi ini menjalankan pola dan perencanaan yang matang dan terukur sehingga upaya yang harus kita lakukan bisa diketahui dengan jelas.

Seiring dengan perkembangan zaman, strategi pemasaran sudah banyak dibantu oleh teknologi. Saat ini proses pemasaran harus beradapatasi dengan teknologi digital, istilah yang sering digunakan adalah digital marketing.

Digital Marketing VS Pemasaran Tradisional

Sebelum membahas bagaimana sebuah strategi pemasaran dilakukan pada era digital, sebaiknya Anda harus mengetahui kelemahan dari strategi pemasaran secara tradisional.

Salah satu kelemahan yang sangat terlihat adalah produk sulit berkembang karena hanya sedikit umpan balik yang diberikan. Ketika barang sudah sampai ke konsumen, penjual tidak bisa mengetahui bagaimana pengalaman mereka saat menggunakan barang tersebut.

Sementara dengan adanya digital marketing, perkembangan produk menjadi sangat cepat. Hal ini karena arus informas seperti feed back dari konsumen bisa diberikan dengan mudah.

Sementara pemasaran pada era digital menawarkan lebih banyak keunggulan. Selain produk jasa yang bisa dikembangan dengan cepat hasil dari feedback tadi, konsumen bisa dengan mudah melakukan pencarian terhadap jasa yang dicari.

Tidak hanya itu, proses ini juga bisa dipantau secara real time oleh pemilik bisnis, sehingg monitoring dan evaluasi bisa dilakukan pada saat itu jika ada permasalahan yang terjadi.

Dari sini dapat kita simpulkan kalau digital marketing memang efektif, sangat malah.

Cara Memasarkan Jasa Pada Era Digital

Setelah mengetahui pentingnya pemasaran di era digital, Anda harus mengetahui bagaimana langkah dan strategi yang harus dillakukan. Berikut ini adalah strategi yang bisa diterapkan saat memasarkan produk jasa di era digital:

1. Memahami target pasar

Langkah ini merupakan langkah yang paling krusial dan paling penting. Jika salah perencanaan, maka produk jasa Anda tidak bisa menyentuh pasar dengan baik dan produk jasa tidak dapat terjual.

Lihat bagaimana NET TV yang menargetkan pasar menengah keatas namun nyatanya pasar yang dibidik sudah tidak ada televisi, melainkan beralih ke platform digital.

Dalam menentukan target pasar bisa dengan menggunakan cara STP (segmenting, targetting, dan positioning).

Tahap paling awal adalah dengan melakukan segmenting, yakni proses kategorisasi, klasifikasi, dan penggolongan target pasar. Dengan demikian Anda bisa mengetahui target yang paling potenisial dalam menjual produk jasa.

Segmentasi membuat perusahaan lebih mungkin dalam mengalokasikan sumber daya, sehingga kinerja keuangan akan lebih efektif dan efisien. Dengan adanya segmentaias, perusahaan bisa memetakan jasa dari competitor.

Lalu tahap yang kedua adalah proses targeting, yakni mengevaluasi seluruh segment potensial yang telah dipilih sebelumnya. Dalam proses evaluasi, Anda harus melihat dua faktor. Pertama melihat bagaimana daya tarik pasar dari jasa yang Anda tawarkan. Apakah di antara segmen-segmen tersebut ada yang daya tarik yang besar atau kecil. Kedua Anda harus melihat sejauh mana kemampuan sumber daya yang dimiliki ketika masuk ke dalam segmen yang telah terpilih.

Proses yang terakhir adalah melakukan positioning. Strategi ini merupakan usaha perusahaan dalam menempatkan posisi pada pandangan calon pelanggan jika dibandingkan dengan competitor.

Positioning dilakukan dengan melihat brand image, manfaat yang ditawarkan oleh jasa Anda, dan bagaiman sebuah kompetisi berguna bagi produk Anda. Proses tersebut menjadi sebuah alasan bagi konsumen untuk lebih memilih produk jasa yang Anda tawarkan.

2. Menganalisa produk jasa pesaing

Dalam era digital, persaing akan semakin besar dan terbuka. Anda bahkan bisa bersaing dengan produk yang bahkan menawarkan manfaat sama sekali berbeda. Hal ini terjadi karena di era digital, kebutuhan konsumen akan produk jasa sangat dinamis, sehingga Anda harus menganalisa produk jasa pesaing dengan baik.

Anda tidak bisa mengabaikan pesaing, terlebih di era digital ini semua potensi pasar bisa berubah. Terlambat sedikit saja dalam melakukan inovasi, Anda akan tertinggal cukup jauh.

Lakukan riset kecil-kecilan terhadap produk jasa yang berasal dari pesaing Anda. Lihat bagaimana strategi serta distribusi pasar yang mereka terapkan. Dengan begitu Anda bisa melakukan respon yang tepat ketika melakukan penjualan produk jasa.

3. Memprioritaskan taktik serta saluran digital

Saat ini ada banyak sekali saluran media sosial yang tersedia. Contoh saluran digital yang sering digunakan yakni fb, youtube, twitter, dan instragram. Seluruh media tersebut memiliki potensi yang berbeda-beda, karena secara karakteristik media sosial tersebut juga sudah berbeda. Perbedaan yang terjadi membuat Anda harus menempatkan produk jasa pada media yang tepat.

Misalnya jika target pasar Anda adalah millennials, maka media sosial yang lebih cocok cenderung Instagram dan youtube. Kedua layanan tersebut saat ini lebih banyak diisi oleh anak muda, baik dari segi pengguna maupun content creatornya.

Oleh karena itu maksimalkan potensi produk jasa Anda lewat dua jasa tersebut melalui pendekatan-pendekatan yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan agar sumber daya dari perusahaan bisa tersalurkan secara efisien, dan tidak perlu membuang banyak uang untuk distribusi pemasaran.

4. Maksimalkan potensi saluran pemasaran

Ada banyak sekali saluran pemasaran yang digunakan. Misalnya facebook ads, Instagram ads, youtube ads, dan blog. Namun jika Anda sudah memiliki beberapa saluran, maksimalkan pada satu ada dua saluran yang benar-benar potensial dalam mendapatkan konsumen.

Jangan sampai ketika Anda sudah menginvestasikan banyak dana pada banyak saluran tetapi hasilnya tidak maksimal. Sebaiknya fokus pada sedikit saluran saja, sesuai dengan volume jumlah jasa yang Anda tawarkan. Agar secara finansial, distribusi dana investasi tepat sasaran.

5. Mengukur hasil dari kinerja pasar

Dalam dunia digital, kinerja pasar cukup cair dan fluktuatif. Hal ini karena konsumen cepat merubah plihannya, walau mereka merasa jasa yang Anda tawarkan sudah baik bagi mereka. Namun, jika ditemukan jasa yang kualitasnya sedikit di bawah Anda namun perbedaan harganya sangat mencolok, maka mereka akan dengan cepat berubah pikiran

Oleh karena itu, Anda harus mengukur kinerja pasar, agar tidak kecolongan oleh competitor yang bermain dengan harga.

Cara untuk mengukur kinerja pasar bisa dilakukan dengan melakukan perencanaan target pencapaian. Misalnya dalam sebulan kedepan Anda harus menaikkan penjualan secara online sebesar 30%, mendapatkan peningkatan pencarian produk sebesar 20%, dan keterlibatan konsumen dalam media sosial sebesar 50%.

Dengan adanya target tersebut, Anda bisa mengukur bagaimana kinerja pemasaran serta dapat melakukan evaluasi dengan baik.

6. Menganalisa efektivitas pemasaran

Langkah ini dilakukan jika Anda sudah memiliki distribusi pemasaran yang baik. Misalnya dengan menggunakan tools optimasi (SEO). Hal yang dapat Anda ukur adalah apakah dengan berada di peringkat atas google secara langsung meningkatkan penjualan.

Jika tidak berarti yang salah ada pada konten yang Anda isi tidak tepat guna, atau tidak mewakil produk jasa yang Anda jual.

Analisis seperti ini sangat perlu dilakukan agar dana yang Anda miliki tidak terbuang percuma. Selain itu proses evaluasi perlu dilakukan juga secara berkala. Terlebih pada konten yang Anda sediakan di website atau media sosial.

Lakukan penilaian apakah konten yang Anda buat masih memiliki daya tarik dalam strategi pemasaran. Jika tidak ubahlah konten tersebut dan sesuaikan dengan kebutuhan pasar yang Anda masuki.

Written by Editorial Staff
We build your faster and smarter websites on Google Cloud Platform. Provides any digital marketing services such SEO and content marketing for Indonesian startups and SMEs. Profile