Tes Pauli vs Tes Wartegg, mana yang lebih penting?

T

Sebelum memasuki dunia kerja, biasanya para pelamar harus melewati serangkaian tes terlebih dahulu. Ada berbagai macam tes yang telah disediakan oleh sebuah perusahaan, mulai dari seleksi administrasi, tes wawancara, psikotes, hingga tes kesehatan.

Nah bicara tentang tes psikotes atau psikologi, biasanya dianggap sebagai tes yang paling menyulitkan. Sebab tes inilah yang paling menentukan layak atau tidaknya seseorang untuk diterima kerja. Berdasarkan tes ini, sebuah perusahaan bisa menilai kepribadian dan keseriusan para pelamar.

Maka dari itu, banyak orang yang mencari tahu cara menjawab soal-soal yang berkaitan dengan tes psikotes ini, atau yang sering dikenal dengan kisi-kisi. Banyak buku atau artikel yang membahas tentang tes ini, agar orang-orang bisa belajar dengan mudah.

Tujuan Psikotes

Psikotes adalah cara untuk mengukur tentang perilaku seseorang, terutama aspek-aspek mendalam yang terdapat pada diri seseorang. Dengan kata lain, tes ini bertujuan untuk menguji seseorang dari segi psikisnya. Biasanya, tes psikotes berisi soal-soal untuk mengetahui kemampuan afektif dan kognitif pada diri seseorang.

Fyi, Afektif sendiri merupakan kemampuan emosional seseorang, sedangkan kognitif adalah kemampuan pikiran atau yang sering kita sebut IQ.

psikotest dalam bentuk gambar untuk melamar kerja
Psikotest dalam bentuk visual dan angka

Jenis Tes Psikotes yang Sering digunakan

Dalam beberapa jenis tes psikotes yang ada, biasanya beberapa perusahaan hanya akan menggunakan sebagian saja. Nah berikut adalah jenis psikotes yang sering digunakan.

Tes Kraepelin

Tes Kraepelin pertama kali diciptakan pada tahun 1856-1926 oleh psikolog asal Jerman, Emilie Kraepelin. Tes ini merupakan tes kecepatan, berupa angka yang cara menjawabnya harus dibatasi. Meskipun untuk mengukur kecepatan, namun dalam menjawab tes ini tidak diharuskan untuk menyelesaikan semua soal-soal.

Sebab tes ini hanya untuk mengukur sensori motor, sensori sederhana, dan tingkah laku seseorang. Tes ini bertujuan untuk mengetahui bakat, serta mengukur kinerja maksimal seseorang. Untuk mengetahui hasilnya, diperlukan beberapa faktor di antaranya adalah:

  1. Faktor ketelitian
  2. Faktor kecepatan
  3. Faktor ketahanan
  4. Faktor keajekan

Tes Pauli

Sama halnya dengan tes kraepelin, tes ini juga berhubungan dengan angka. Berupa penjumlahan dari angka-angka yang cara menjawabnya harus dibatasi selama 60 menit. Para peserta tes diharuskan cepat dan tepat dalam menjawab soal, dan tentu saja sangat menguras tenaga.

Tes Pauli diciptakan pada tahun 1938 oleh Richard Pauli, dan merupakan penjabaran dari tes Kraepelin. Bertujuan untuk menggali sesuatu yang terdapat pada diri seseorang, seperti kinerjanya seperti apa. Dengan tes ini, dimaksudkan untuk mengetahui:

  1. Motivasi kerja seseorang
  2. Ketahanan fisik seseorang
  3. Konsentrasi
  4. Dorongan akan prestasi
  5. Resistensi terhadap stres
  6. Serta bagaimana seseorang bisa bertahan dengan tekanan

Tes Wartegg

Dalam mengerjakan tes ini, peserta diharuskan untuk melengkapi gambar yang sebelumnya sudah ada kerangkanya. Terdapat 8 kotak yang setiap kotaknya berisi kerangka gambar yang berbeda-beda.

Tes Wartegg bertujuan untuk mengetahui imajinasi, emosi, dan kepribadian seseorang. Tes ini diciptakan oleh Sander dan Krugger dari Universitas Leipzig, dan dikembangkan lagi oleh Marian Kinget dan Ehrig Wartegg.

Tes Pauli vs Wartegg

Kedua tes ini memiliki tujuan masing-masing dalam mengetahui kemampuan dan kepribadian seseorang. Meskipun berbeda, namun kedua tes ini sama-sama penting untuk mengetahui sebesar apa motivasi kerja seseorang. Serta dari segi emosional, bagaimana seseorang bisa bertahan ketika berada di bawah tekanan.

Jika ditanya mana yang paling penting, tentu saja sulit untuk menjawabnya, harus disesuaikan dengan tujuan dan keperluan perusahaan. Kami sendiri beranggapan, kedua test ini sama pentingnya, terbukti kedua tes ini sering digunakan saat seleksi penerimaan karyawan oleh banyak perusahaan.

Nah dari penjelasan di atas, sudah jelas tentang apa itu tes psikotes dan jenis-jenis yang sering digunakan oleh banyak perusahaan. Bahwa meskipun Tes Pauli dan Tes Wartegg itu berbeda, namun memiliki manfaat yang sama dalam mengetahui kepribadian, minat, bakat, dan kemampuan para pelamar.

About the author

Editorial
By Editorial

Editorial

Digital Marketing Online

Kumpulan informasi bermutu untuk para internet marketer. Pengguna setia WordPress dan pecinta Gutenberg.