Berencana Ke Jepang? Ini Update Situasi Terkini COVID-19 di Negeri Sakura

B

Virus COVID-19 telah dinyatakan sebagai pandemi global oleh World Health Organization (WHO) yang mana telah melanda 201 negara. Update total jumlah kasus positif virus COVID-19 di dunia per 5 April 2020 adalah sebanyak 1,199,064 kasus. Dengan total jumlah pasien yang berhasil sembuh sebanyak 246,166 dan yang tewas sebanyak 64,650 orang.

Jepang termasuk ke dalam negara yang dilanda pandemi virus COVID-19. Bahkan menjadi negara kedua ditemukannya kasus positif virus COVID-19 setelah China. Virus ini pertama kali  ditemukan pada 16 Januari 2020 dan seiring berjalannya waktu jumlahnya terus meningkat cepat. Hingga awal April, total jumlah kasus positif virus ini di Jepang telah mencapai 3,139 orang pasien, dengan 77 orang meninggal.

Banyak langkah dilakukan pemerintah Jepang untuk menghadapi pandemi virus COVID-19, seperti meliburkan sekolah,menetapkan pelarangan masuk ke Jepang, dan menghimbau masyarakat untuk  social distancing. Sepertinya langkah-langkah tersebut cukup efektif berhasil. Mengingat beberapa pekan terakhir tren kasus positif COVID-19 tercatat mengalami penurunan.

Lalu, seperti apa situasi Jepang saat ini? Bagi Anda yang ingin tahu, di bawah ini kami telah merangkum beberapa informasinya untuk Anda.

Situasi COVID-19 Terkini di Jepang

Berikut ini beberapa informasi terkait situasi COVID-19 terkini di Jepang yang telah kami rangkum.

Menurunnya Jumlah Kasus Positif COVID-19

Sejak beberapa pekan terakhir, tercatat jumlah kasus positif COVID-19 di Jepang mengalami penurunan. Terkait hal ini, Jepang tak lantas santai melainkan terus melakukan upaya penanganan pandemi virus ini, karena masih banyak negara yang masih dilanda wabah virus ini. Jadi, kemungkinan Jepang terancam pandemi virus COVID-19 masih tinggi.

Himbauan Social Distancing

Sejak awal virus COVID-19 melanda negara, pemerintah Jepang  telah menghimbau masyarakat untuk ikut berupaya memutus rantai penyebaran virus ini dengan melakukan social distancing. Penerapan himbauan ini tak sekedar dalam bentuk upaya masyarakat untuk tetap di rumah kecuali ada keperluan mendesak yang mengharuskan keluar, tetapi juga peniadaan kegiatan nasional yang berpotensi mengumpulkan massa dan penutupan tempat publik. Himbauan ini berlaku hingga 6 Mei 2020.

Namun, sepertinya social distancing sulit diterapkan di berbagai fasilitas publik Jepang. Contohnya, di Biro Imigrasi Tokyo masih terlihat dipenuhi oleh turis yang terkendala kepulangannya karena penerbangan yang ditunda maupun pelajar asing yang mengurus perpanjangan visa.

Pembagian Masker Kain Kepada Masyarakat

masker di jepang
Pembagian masker secara gratis di Jepang

Di awal April, pemerintah Jepang akan membagikan masker kain ke 50 juta kepala rumah tangga (2 masker kain per kepala rumah tangga) untuk menekan permintaan disposable mask  di tengah masyarakat. Hal ini dilakukan agar disposable mask tetap tersedia untuk kebutuhan medis dalam penanganan virus COVID-19.

Sekolah Masih Diliburkan

Meski pemerintah daerah Tokyo sempat berencana memulai kembali kegiatan sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA di awal bulan April ini. Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk memperpanjang waktu sekolah diliburkan hingga 6 Mei 2020 sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus COVID-19 ke anak-anak.

Pelarangan Masuk Ke Jepang

Meski mengalami penurunan jumlah kasus positif COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir,  Jepang tetap memberlakukan pelarangan masuk ke Jepang bagi para pengunjung dari negara-negara tertentu. Kini pemerintah Jepang telah mengumumkan perluasan jumlah negara yang dilarang masuk ke Jepang, dari semula 49 negara menjadi 73 negara. Hal ini dilakukan sebagai upaya menghadapi pandemi virus COVID-19. Beberapa negara yang termasuk ke dalamnya adalah China, Korea Selatan, Indonesia, Thailand,  Iran, Amerika, Kanada dan sebagian besar wilayah Eropa.

Status Darurat Virus COVID-19 Hokkaido Dicabut

Sejak 28 Februari 2020, pemerintah Jepang menetapkan status darurat virus COVID-19 di Hokkaido, menyusul ditemukannya 154 kasus positif virus dengan 6 jumlah kasus kematian di wilayah tersebut. Kemudian, pada 19 Maret 2020, pemerintah Jepang telah mencabut status darurat tersebut, karena tidak lagi menemukan jumlah kasus positif COVID-19 yang baru di wilayah tersebut.

Sekian informasi terkait situasi COVID-19 terkini di Jepang yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

About the author

DMO Staff

Add Comment

By DMO Staff

Digital Marketing Online

Kumpulan informasi bermutu untuk para internet marketer. Pengguna setia WordPress dan pecinta Gutenberg.